Kamis, 04 Februari 2016

TAKDIR MANIS KU

Hidup itu ada yang manis dan ada pula yang pahit, setiap waktu pasti akan ada namanya ujian, karena seorang hamba yang baik adalah ia yang selalu diberi ujian dalam hidupnya.aku sering merenungkan tentang jalan hidup ini,kenapa aku ditakdirkan menjadi orang sederhana yang hidup dipelosok desa jauh dari perkembangan dan kemoderan zaman.tapi aku bersukur biarpun dilahirkan sebagai orang yang sederhana akan tetapi keluargaku tidak jauh dari pendidikan agama.ayahku seorang guru agama yang kini sudah pensiun dan tinggal menikmati masa tua namun kenyataanya jauh dari bayangan.ayahku masih memiliki tanggungan aku yang masih harus menjalani pendidikan untuk menjadi sarjana di prodi arsitektur dikota surakarta.sedangkan ibuku hanya ibu rumah tangga biasa yang kini sudah tidak setangguh dulu lagi,ya memang sejak aku lahir aku mengetahui ibuku sakit-sakitan dikarenakan bawaan sejak sebelum bertemu ayahku.ibuku berasa dari tanah minang sedangkan ayahku berasal dari tanah jawa,ibuku adalah orang yang kuat dikarenakan selalu bersabar dan tabah menghadapi sakit yang dideritanya, ceritanya ketika remaja dulu ibuku mengalami kecelakaan yang menyebabkan bagian kepala terluka dan mengakibatkan lemahnya ingatannya. sampai sekarang bahkan ingatanya masih belum sempurna, sehingga ia hanya dapat mengingat masa-masa kecilnya, sedangkan ia sudah berpuluh-puluh tahun berpisah dari keluaganya,ditambah lagi penyakit yang waktu-kewaktu bertambah, seperti lemah jantung yang mengakibatkan ibuku sering pingsan bahkan dibarengi dengan kejang-kejang dan kemudian ia berbicara tanpa sadar dll,dan yang lebih parah lagi sekarang ia terkena diabetes atau penyakit gula.buat orang lain penyakit gula ini dianggap penyakit biasa dan bisa di antisipasi dengan sendirinya,namun buatku penyakit diabetes yang dialami ibuku ini merupakan penyakit yang bahaya, dikarenakan faktor fisik yang dialami ibuku. pernah suatu hari aku menakar makan malam pada ibuku namun yang terjadi malah ia marah-marah, ya mau bagaimana lagi aku harus mengalah karena aku tau ibu sedang tidak sadar atau ingatanya sedang lemah karena lupa dengan yang dikatakan dokter. sampai suatu hari aku mendapati ibu yang mencuri-curi kesempatan untuk mengambil beberapa makanan yang seharusnya tidak boleh dimakan,dan ketika itu aku mengetahuinya, yang ada di dalam hati ini adalah perasaan sedih ingin rasanya menangisinya, seorang ibu yang seharusnya bebas melakukan apapun dirumahnya sendiri namun kini ia terkekakng oleh keadaan, seolah-olah dosa ini telah singgah didalam diriku.
kini ibuku telah menjadi kurus dan lemah tak seperti dulu kala, sebenarnya sejak kecil aku sudah terbiasa merawat ibuku, ketika ia pingsan, aku yang mengurusnya, ketika ia dirumah sakit aku juga turut menjaga, kata ayah aku dulu pernah hampir mati ketika digendong ibuku dan kemudian ibuku pingsan aku tertindih tubuhnya.andaikan aku diberikan keajaiban aku hanya ingin ibuku jauh dari penderitaanya, aku haya ingin melakukan sebagaimana seperti seorang anak yang beramal sholeh kepada ibunya dan ayahnya. ketika ada ungkapan surga di bawah telapak kaki ibu, ternyata tak semudah itu untuk menjalankanya.meskipun begitu aku akan selalu bersyukur memiliki seorang ibu dan ayah yang selalu mencintai anaknya.yang telah merawat hingga seperti ini.tugasku yang penting saat ini adalah meraih cita-cita, untuk mewujudkan impian orang tua.jika orang lain memiliki orang tua yang sempurna akupun juga, aku memiliki orangtua yang sempurna dimataku.

ya allah.... jagalah kedua orang tuaku, berikanlah merekan kesehatan, jagalah ibu yang sedang sakit, jagalah ayah yang sudah tua. jadikanlah kami keluarga yang damai. amin



Tidak ada komentar:

Posting Komentar